Presiden A.S. Barack Obama menyampaikan sebuah janji utama yang dibuatnya dalam kunjungannya di bulan November 2010 ke India. Di akhir bulan Januari 2011, administrasi A.S. menghapus nama-nama sembilan organisasi – yang sebagian besar cabang-cabang dari Indian Space Research Organisation, atau ISRO, dan Defence Research and Development Organisation, atau DRDO — dari Entity List, yang mengizinkan ekspor teknologi tinggi ke India. Lebih penting lagi, pemberitahuan itu memindahkan India dari sebuah kelompok negeri yang membutuhkan pengawasan ketat di bawah Peraturan Administrasi Ekspor A.S. untuk kelompok yang terdiri dari anggota-anggota Missile Technology Control Regime, atau MTCR. Pengalihan ini mengakui kepatuhan India atas rezim itu dan mandat anti pengembangbiakan yang sempurnanya, meski pun India bukanlah penandatangan MTCR.
Semua kekuatan dunia yang utama kini sedang asyik merayu India. Setelah kunjungan Obama di bulan November 2010, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Perdana Menteri Cina Wen Jiabao datang memanggil di bulan Desember. Perdana Menteri Inggris David Cameron sudah mampir di bulan Juli 2010. Semuanya, kecuali Wen, menggarisbawahi kepentingan India yang tumbuh di dalam sebuah tatanan dunia yang baru muncul dan dukungan luas yang tak terduga untuk pencalonan India bagi sebuah kursi tetap di Dewan Keamanan P.B.B. Bahkan Wen berseloroh bahwa sang gajah dan sang naga harus berdansa tango.
India menghargai kemandiriannya dan mengakui bahwa setiap hubungan dua pihak adalah penting secara masing-masing. Namun, kemitraan strategis India-A.S. – lebih dari yang lain – akan membentuk garis-garis batas geopolitik abad ke-21 dan meningkatkan kedamaian dan kemapanan seluruh dunia. Kunjungan Obama secara berhasil meletakkan kemitraan India – A.S. dalam sebuah lintasan yang lebih tinggi.
Barangkali yang paling penting, melalui aspek yang lebih kecil kunjungan itu adalah kemajuan dalam hampir semua sisi kerja sama pertahanan yang kian bersegi banyak. Sekarang kerja sama itu meliputi penjualan, pembelian dan pengembangan terpadu peralatan militer; pengalihan teknologi militer; pembagian intelijen; kerja sama untuk melawan terorisme dan pengembangbiakan; secara bersama menyediakan sokongan dan bantuan setelah bencana alam; pengaturan dalam kegiatan-kegiatan anti perdagangan gelap obat terlarang antarbangsa; patroli terpadu atas jalur-jalur laut untuk memerangi pembajakan dan terorisme; dan latihan-latihan militer gabungan. Kerja sama tersebut juga termasuk bekerja sama untuk menjaga kedamaian dan kemapanan wilayah dan internasional di bawah sebuah kerangka kerja kerja sama keamanan.
Pencapaian-pencapaian baru-baru ini dalam jajaran kerja sama pertahanan sungguh-sungguh telah luar biasa. Senjata-senjata dan peralatan teknologi tinggi kini akan disediakan atau ditawarkan kepada India oleh Amerika Serikat. Teknologi terdepan berguna ganda akan memberi India suatu keunggulan melebihi Cina dalam bagian-bagian yang bersangkutan dengan keamanan dan rakyat sipil. Keputusan baru-baru ini untuk mengubah kerangka kerja pengawasan ekspor dua pihak yang ada untuk ekspor teknologi tinggi mengakhiri rezim-rezim penolak yang bersifat membedakan di bidang teknologi, atas mana India diperlakukan. Usulan untuk mengangkat sanksi atas ISRO, DRDO dan Bharat Dynamics Limited adalah sebuah langkah maju yang disambut. Barangkali Departemen Tenaga Atom akan dicopot dari Entity List sebentar lagi.
Patroli gabungan dari jalur-jalur laut di Samudera India sudah berlangsung di bawah naungan latihan-latihan gabungan angkatan laut. Latihan-latihan militer lainnya telah memimpin menuju kepada sebuah pemahaman luas akan kemampuan militer satu sama lain, dan banyak hal-hal operasi terpadu telah diselesaikan. Di masa mendatang, pelaksanaan-pelaksanaan militer gabungan mungkin jika ada minat nasional India. Tentu saja, akan ada banyak pengecualian untuk kerja sama seperti itu, karena bukanlah minat jangka panjang India untuk membentuk persekutuan militer dengan Amerika Serikat.
Usulan untuk melakukan pengembangan bersama sistemsistem senjata masa depan juga akan menaikkan ambang teknologi India. Namun, pengalihan teknologi masih belum terjadi. Sudah pasti, keraguan-keraguan tentang adanya peningkatan teknologi masa depan dan keandalan dalam hal persediaan cadangan akan terus ada di benak India. Dalam hal cadangan, yang masih tertunda karena birokrasi A.S. yang berliku-liku, terutama dalam hal untuk Radar Penunjuk Senjata AN/TPQ-37, telah menambah keraguan itu. Pendapat bahwa Amerika Serikat tidak dapat dipercaya sebagai penyedia yang handal tak terhalau secara meyakinkan selama kunjungan Presiden Obama.
Keengganan India untuk menandatangani Communications and Information Security Memorandum of Agreement, atau CISMOA, dan Basic Exchange and Cooperation Agreement for Geospatial Cooperation, atau BECA, akan menuju kepada penolakan-penolakan atas banyak benda dari teknologi pesawat bahkan di saat panggung-panggungnya masih ditawarkan dan dijual. Masalah ini membutuhkan pengamatan yang tak memihak. Patokan utama untuk keputusan untuk menandatangani perjanjian-perjanjian ini adalah apakah kemampuan-kemampuan pelaksanaan angkatan bersenjata India akan terpengaruh dengan kurang baik jika peralatan utama udara dan komunikasi tidak dipasok oleh Amerika Serikat. Perencana-perencana pertahanan India seharusnya menguji ancaman-ancaman yang baru muncul hanya karena negeri itu tidak mau menandatangani CISMOA dan BECA, ini mungkin menjadi membuat “gol sendiri” dalam jangka panjang.
Bantuan lazim militer A.S. yang sangat besar kepada Pakistan menghalangi minat-minat strategis India. Sementara dorongan-dorongan dan kendala-kendala A.S. dalam berurusan dengan negara Pakistan yang gagal bisa dimengerti, persediaan peralatan militer yang tidak dapat digunakan untuk operasi-operasi perlawanan pemberontakan akan mengundang serangan balasan India yang kuat. Kepemimpinan India dengan tegas menyampaikan hal ini kepada Presiden A.S.
Baik Amerika Serikat dan India mengenali akibat-akibat pengaruh ketegasan Cina yang semakin meningkat dan perlunya untuk bekerja bersama dengan masyarakat internasional untuk memegang teguh penggunaan yang tidak terhambat akan hal-hal dunia yang umum seperti jalur-jalur laut untuk perdagangan, angkasa dan ruang maya. Amerika Serikat dan India juga memandang kemitraan strategis mereka sebagai suatu siasat pemagar melawan dua kemungkinan yang besar: bila Cina bertindak secara tidak bertanggungjawab di Asia dan bila Cina meledak. Dalam salah satu peristiwa ini, kedua negara tersebut akan membutuhkan mitra-mitra yang dapat dipercaya untuk mengembalikan tatanan dan keselarasan.
Kunjungan Obama membantu untuk secara lebih jauh mengukuhkan kemitraan strategis India –A.S. Kemitraan ini hanya akan dapat memperoleh dorongan tambahan di dasawarsa-dasawarsa mendatang, walaupun jalan itu tak diragukan lagi akan menanjak dan berlubang-lubang.
apdforum.com/id/article/rmiap/articles/print/.../10/.../feature-pr-01 (15.2.2012..20.32)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar