Selasa, 14 Februari 2012

Cina dan India Tetap Melanjutkan Proyek Pembangkit Energi Nuklirnya

TEMPO Interaktif, NEW DELHI – Bencana gempa dan tsunami yang melanda Jepang, Jum'at pekan lalu berimbas pada seluruh negara di dunia. Salah satunya tentang adanya kekhawatiran dari efek radiasi akibat bocornya pembangkit energi nuklir di Negeri Sakura itu.

Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa bahkan telah menyatakan berpikir ulang untuk memperluas proyek nuklirnya. Apabila nantinya terbukti ada korban akibat bocornya pembangkit nuklir di Jepang, negara-negara berkembang besar dipastikan mengikuti jejak Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa itu.
Hanya India dan Cina yang tak terpengaruh oleh isu bahaya radiasi akibat bocornya reaktor nuklir di Jepang. Kedua negara itu tetap akan melanjutkan proyek pembangkit tenaga nuklir, bahkan akan membangun yang baru.
“Kami adalah negara yang berambisi untuk terus mengembangkan energi,” kata Srikumar Banerjee, ketua Komisi Energi Atom India, dalam konferensi pers Senin (14/3) kemarin di Mumbai. Hampir 40 persen dari 1,2 miliar penduduk India belum menikmati energi listrik. Banerjee mengatakan, "Sangat penting bagi kami untuk memiliki pembangkit listrik lebih lanjut,”.
Wakil Menteri Lingkungan Cina Zhang Lijun Sabtu (12/3) pekan lalu mengatakan bocornya reaktor nuklir di Jepang tak menghalangi negaranya untuk membangun pembangkit energi nuklir.
Tak semua pejabat di India dan Cina satu kata soal perluasan pembangkit energi nuklir. Perdana Menteri India, Manmohan Singh Senin (15/3) kemarin mengatakan bahwa Departemen Energi Atom negaranya akan meninjau sistem keselamatan pada pembangkit nuklir India, "terutama untuk menjamin bahwa mereka akan mampu menahan dampak bencana alam besar seperti tsunami dan gempa bumi,” kata Manmohan Singh.

Industri tenaga nuklir Cina memiliki 11 operasi reaktor dan berencana untuk memulai pembangunan sebanyak 10 yang baru setiap tahun selama dekade berikutnya.
India, dengan 20 reaktor nuklir sudah beroperasi, berencana untuk menghabiskan sekitar $ 150 miliar menambahkan puluhan yang baru di seluruh negeri.Pembakit tenaga nuklir yang baru untuk memasok sekitar seperempat dari kebutuhan listrik pada tahun 2050, yang diperkirakan meningkat sepuluh kali lipat dari sekarang.
http://www.tempo.co/read/news/2011/03/15/090320309/Cina-dan-India-Tetap-Melanjutkan-Proyek-Pembangkit-Energi-Nuklirnya(14.2.2012...22.47)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar